Denpasar, 07 Juli 2025 – Dalam upaya memperkuat integritas dan karakter aparatur peradilan, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Dr. Drs. H. Suhadak, S.H., M.H., memberikan bimbingan mental kepada seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Bali. Kegiatan ini mengangkat tema “Indahnya Kejujuran”, yang bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Bali.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Bali menekankan pentingnya menanamkan nilai kejujuran dalam setiap aspek kehidupan, baik pribadi maupun profesional. Menurut beliau, kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
“Kejujuran adalah nafas dari integritas. Tanpa kejujuran, keadilan hanya akan menjadi slogan. Aparatur peradilan harus menjadi contoh nyata dalam bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab,” ujar beliau dalam bimbingan tersebut.
Kegiatan bimbingan mental ini dirancang tidak hanya sebagai pengingat nilai-nilai moral dan spiritual, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan karakter yang berkelanjutan di lingkungan peradilan agama. Peserta diajak untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat komitmen untuk menjaga kejujuran dalam tugas dan pengabdian.
Acara ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang hadir. Mereka merasa termotivasi untuk terus meningkatkan integritas pribadi serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Di akhir sesi, Ketua PTA Bali mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan kejujuran sebagai budaya kerja yang bersih dan transparan di lingkungan peradilan agama. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga sangat ditentukan oleh kekuatan moral para individunya.