Denpasar, 10 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan yang berlangsung khidmat di Lapangan Pengadilan Tinggi Agama Bali, pada Senin, 10 November 2025.
Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WITA dan berakhir pada pukul 08.30 WITA, diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Tinggi Agama Bali, serta perwakilan dari Pengadilan Agama Denpasar dan Pengadilan Agama Badung.
Bertindak selaku pembina upacara adalah Yang Mulia Bapak Dr. Drs. H. Suhadak, S.H., M.H., selaku Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa yang telah mendahului kita.
Dalam sambutannya, Yang Mulia Bapak Dr. Drs. H. Suhadak menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh berhenti pada seremoni peringatan semata. Nilai-nilai seperti keberanian, kejujuran, disiplin, dan pengabdian tanpa pamrih harus dihidupkan kembali dalam keseharian, terutama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang terus berjuang di masa kini — berjuang menegakkan keadilan, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan,” ujar beliau dalam amanatnya.
Beliau juga mengajak seluruh pegawai dan hakim untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan ini sebagai bahan refleksi, agar setiap insan peradilan dapat menumbuhkan semangat kerja yang tinggi dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta upacara. Prosesi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Selanjutnya dilakukan pembacaan teks Pancasila dan pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta dengan penuh penghayatan. Suasana lapangan terasa khidmat dan membangkitkan rasa nasionalisme di tengah para peserta yang berdiri tegak dengan penuh hormat.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat sinergi antar satuan kerja di lingkungan peradilan agama se-Bali. Kehadiran para hakim dan pegawai dari Pengadilan Agama Denpasar serta Pengadilan Agama Badung memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara, mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas antar lembaga.
Setelah upacara berakhir, para peserta saling bertegur sapa dan mengabadikan momen bersama di lapangan utama PTA Bali. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak jelas, menandakan semangat kolektif untuk terus menjaga persatuan dan profesionalisme di lingkungan peradilan agama.
Tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan”, menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini berbeda dengan masa perjuangan fisik dahulu. Menurut Ketua PTA Bali, perjuangan masa kini adalah melawan kemalasan, korupsi, dan sikap acuh terhadap tanggung jawab.
“Menjadi pahlawan di era sekarang berarti berani menegakkan kebenaran, bekerja dengan integritas, dan memberikan pelayanan publik yang adil, bersih, dan transparan,” tegas beliau menutup amanatnya.
Dengan berakhirnya upacara pada pukul 08.30 WITA, seluruh peserta kembali ke satuan kerja masing-masing dengan semangat baru dan rasa bangga sebagai bagian dari lembaga peradilan agama.
Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam meneladani semangat juang mereka di bidang hukum dan keadilan.