Denpasar, 10 November 2025 — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bidang Keuangan yang dilanjutkan dengan MONEV Kepaniteraan, bertempat di ruang rapat utama Pengadilan Tinggi Agama Bali, pada Senin, 10 November 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga 11.00 WITA.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Yang Mulia Dr. Drs. H. Suhadak, S.H., M.H., serta dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Keuangan, Mohammad Hairi, S.H., Panitera Pengadilan Tinggi Agama Bali, Lalu Muhamad Taufik, S.H., M.H., dan seluruh pejabat struktural serta staf yang membidangi keuangan dan kepaniteraan.
Pada sesi pertama, Kepala Sub Bagian Keuangan, Mohammad Hairi, S.H., memaparkan capaian realisasi anggaran tahun berjalan serta pelaksanaan program kerja bidang keuangan.
Beliau menjelaskan beberapa poin penting terkait tingkat serapan anggaran, efisiensi belanja, dan langkah-langkah perbaikan administrasi guna meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan PTA Bali.
“Transparansi, ketertiban administrasi, dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi komitmen kita bersama. Setiap rupiah yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujar Hairi.
Ketua PTA Bali, Dr. Drs. H. Suhadak, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan pentingnya disiplin dalam pelaporan keuangan dan kesesuaian antara realisasi dengan rencana kegiatan.
Beliau menekankan bahwa pengelolaan anggaran yang baik mencerminkan kualitas tata kelola lembaga peradilan.
“Keuangan yang tertib dan transparan adalah cermin dari integritas lembaga. Aparatur peradilan harus bekerja dengan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas tinggi,” tutur beliau.
Setelah pembahasan keuangan, kegiatan dilanjutkan dengan Monitoring dan Evaluasi Bidang Kepaniteraan yang dipimpin oleh Panitera PTA Bali, Lalu Muhamad Taufik, S.H., M.H.
Dalam paparannya, beliau menyampaikan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan tugas kepaniteraan, yang mencakup antara lain:
Peningkatan kualitas pelayanan perkara melalui aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara),
Kedisiplinan dalam unggah putusan dan publikasi informasi perkara,
serta evaluasi terhadap tingkat penyelesaian berkas perkara di PTA Bali dan pengadilan agama tingkat pertama.
Panitera menegaskan bahwa MONEV bukan sekadar agenda formalitas, melainkan sarana untuk memperbaiki kinerja secara berkelanjutan.
“Kita harus terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan semua proses berjalan efektif dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Dalam penutupan rapat, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali kembali menegaskan pentingnya sinergi antara bidang keuangan dan kepaniteraan.
Beliau menyampaikan bahwa kedua bidang tersebut merupakan tulang punggung manajemen peradilan yang harus saling mendukung demi tercapainya tujuan lembaga yang agung dan berintegritas.
“Monitoring dan evaluasi ini bukan hanya untuk menilai capaian, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi antarbagian. Dengan kerja sama dan kejujuran, kita bisa memastikan bahwa pelayanan peradilan di Bali berjalan efisien, transparan, dan berkeadilan,” ujar beliau menutup rapat.
Rapat MONEV yang berlangsung selama dua jam ini berjalan tertib, komunikatif, dan interaktif, dengan diskusi terbuka antara pimpinan dan peserta rapat mengenai kendala lapangan serta solusi peningkatan kinerja.
Melalui kegiatan MONEV ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Bali semakin memahami pentingnya evaluasi berkala, integritas kerja, dan koordinasi antarbidang.
Langkah-langkah perbaikan yang dihasilkan dari rapat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung terwujudnya visi “Peradilan Agama yang Agung”.
🕊️ Pengadilan Tinggi Agama Bali — Berintegritas, Profesional, dan Melayani.