Pengadilan Tinggi Agama Bali

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN TINGGI AGAMA BALI

PURNABAKTI KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA BALI

Denpasar, 30 Juni 2025

Setelah pengabdian selama 40 Tahun dan 4 Bulan, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Drs. Kt. Madhuddin Djamal, S.H., M.M., mengakhiri perjalanan karirnya di Pengadilan Tinggi Agama Bali, sebagai Ketua. Acara Purnabakti yang berlangsung pada hari Senin, 30 Juni 2025 mengambil tempat di Ruang Aula Gedung Pengadilan Tinggi Agama Bali, dan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.

  1. Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster.
  2. Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum.
  3. Wakil Ketua Mahkamah Agung, YM. H. Suharto, S.H., M.Hum.
  4. Panitera Mahkamah Agung, Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum
  5. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag), Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.
  6. Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung, Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H.
  7. Ketua Kamar Perdata Mahkamah Agung, I Gusti Agung Sumantha, S.H., M.H.
  8. Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung, Syamsul Ma’arif, S.H., LL.M, PhD.
  9. Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung, H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum.
  10. Ketua Kamar Milter Mahkamah Agung, Mayjen TNI (Purn) Dr. Drs. H. Burhan Dahlan, S.H., M.H.
  11. Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara (TUN), Dr. H. Yosran, S.H., M.Hum.
  12. Hakim Agung Kamar Agama, Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi atas dedikasi, integritas, dan keteladanan yang telah ditunjukkan oleh Setyawan Hartono sepanjang kariernya sebagai hakim.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Mahkamah Agung juga menegaskan bahwa profesi hakim merupakan officium nobile, jabatan mulia yang menuntut tanggung jawab tinggi dalam menegakkan keadilan. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Setyawan Hartono telah menunaikan misi mulia tersebut dengan baik dan tanpa cela.

Selama menjabat, Drs. Kt. Madhuddin Djamal, S.H., M.M., dikenal sebagai sosok pemimpin yang berintegritas, bijaksana, serta aktif dalam pembinaan dan pengawasan aparatur peradilan. Hingga akhir masa dinasnya, ia tidak meninggalkan catatan negatif, sebuah pencapaian yang patut menjadi teladan.

Di akhir sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan doa dan harapan agar masa purnabakti yang dijalani Setyawan Hartono menjadi awal dari babak kehidupan baru yang penuh keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan. Yang Mulia Prof. Dr. H. Sunarto, meminta supaya Bapak Kt. M. Djamal dan istri tetap menjaga sillaturrahmi dengan Mahkamah Agung. Ia juga mengucapkan selamat bergabung dengan Persatuan Purnabakti Hakim Indonesia (PERPAHI).