Pengadilan Tinggi Agama Bali

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN TINGGI AGAMA BALI

Bimbingan Mental di Pengadilan Tinggi Agama Bali: Menjaga Ukhuwah di Lingkungan Kerja

Denpasar, 3 November 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kerja, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Mental bagi seluruh aparatur dan pegawai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai upaya menjaga keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kesehatan rohani.

Kegiatan bimbingan mental kali ini mengangkat tema “Menjaga Ukhuwah di Lingkungan Kerja”, dengan menghadirkan Dr. Nur Yahya, M.H. sebagai pemateri utama. Acara berlangsung di Aula Pengadilan Tinggi Agama Bali pada Senin pagi, 3 November 2025, dan diikuti secara antusias oleh seluruh pegawai, pejabat struktural, hakim tinggi, serta perwakilan dari satuan kerja di wilayah hukum PTA Bali.

Pemateri Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Sinergi

Dalam ceramahnya, Dr. Nur Yahya, M.H. menyampaikan bahwa ukhuwah (persaudaraan) merupakan salah satu nilai utama dalam Islam yang harus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja. Menurut beliau, ukhuwah yang baik tidak hanya tercermin dari hubungan antarindividu, tetapi juga dari cara setiap pegawai berkontribusi dalam menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh saling pengertian.

“Menjaga ukhuwah berarti menumbuhkan rasa empati, saling menghormati, dan saling mendukung antar sesama rekan kerja. Ketika hubungan ini terjalin dengan baik, maka semangat kerja kolektif akan meningkat, konflik dapat diminimalisir, dan pelayanan publik akan semakin optimal,” ujar Dr. Nur Yahya.

Beliau juga menambahkan bahwa ukhuwah dalam konteks lembaga peradilan harus diiringi dengan integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab moral. Aparatur peradilan agama dituntut tidak hanya bekerja dengan profesionalitas, tetapi juga dengan hati yang bersih dan niat yang tulus karena Allah SWT.

Jalannya Kegiatan dan Antusiasme Peserta

Acara bimbingan mental ini dipandu oleh Ibu Fika Wulandari, S.E. selaku pembawa acara, yang membuka kegiatan dengan suasana hangat dan penuh semangat. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari perwakilan pimpinan PTA Bali yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan mental ini sebagai wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar pegawai.

Selanjutnya, sesi ceramah oleh Dr. Nur Yahya berlangsung dengan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan terkait penerapan nilai ukhuwah di tempat kerja yang beragam karakter dan tanggung jawab.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama dan pembacaan kesimpulan oleh Ibu Awalia Irmawati, S.H., selaku notulen kegiatan. Beliau mencatat poin-poin penting dari ceramah dan hasil diskusi, yang kemudian akan dijadikan bahan dokumentasi serta acuan bagi kegiatan pembinaan berikutnya.

Makna dan Harapan dari Kegiatan

Melalui kegiatan bimbingan mental ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Bali semakin menyadari pentingnya menjaga ukhuwah sebagai bagian dari budaya kerja lembaga peradilan. Ukhuwah yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan kepercayaan antarpegawai, serta memperkuat kinerja kelembagaan secara keseluruhan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk melakukan introspeksi diri, memperbarui niat dalam bekerja, serta mempererat hubungan spiritual dengan sesama. Dalam konteks pelayanan publik, ukhuwah yang kokoh akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan di wilayah Bali.

Selain menjadi sarana pembinaan rohani, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antarunit kerja di bawah Pengadilan Tinggi Agama Bali. Dengan suasana kekeluargaan yang terjalin baik, diharapkan seluruh pegawai mampu bekerja lebih solid, saling mendukung, dan menjaga nama baik institusi peradilan agama.

Penutup

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pegawai senior, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan. Sebelum meninggalkan ruangan, peserta berkesempatan untuk bersalaman dan berfoto bersama sebagai bentuk simbolis memperkuat ukhuwah di antara keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Bali.

Dengan terselenggaranya kegiatan bimbingan mental ini, Pengadilan Tinggi Agama Bali kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun profesionalitas kerja di bidang hukum dan peradilan, tetapi juga membina kualitas spiritual dan moral seluruh pegawainya.


Pembawa Acara: Ibu Fika Wulandari, S.E
Pemateri: Dr. Nur Yahya, M.H
Notulen: Ibu Awalia Irmawati, S.H
Tempat: Aula Pengadilan Tinggi Agama Bali
Tanggal: 3 November 2025
Tema: Menjaga Ukhuwah di Lingkungan Kerja